163. Ibnu Umar berkata bahwa Umar ibnul Khaththab bertanya kepada Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم,
"Apakah seseorang di antara kita boleh tidur dalam keadaan
junub?" Beliau menjawab, "Boleh, apabila seseorang di
antaramu berwudhu, tidurlah dalam keadaan junub." (Dalam
riwayat lain: Berwudhulah dan cucilah kemaluanmu, kemudian
tidurlah.")
Kamis, 12 Maret 2020
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 23: Keringat Orang yang Menanggung Janabah dan Orang Muslim Tidak Najis
163. Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
bertemu dengannya di salah satu jalan Madinah, sedangkan dia
dalam keadaan junub [(katanya), "Lalu beliau memegang
tanganku, kemudian aku berjalan dengan beliau hingga beliau
duduk, 1/75], lalu aku menghindar dari beliau." Kemudian, dia
pergi mandi, lalu kembali lagi. (Dalam satu riwayat: Lalu
aku datang, sedangkan beliau masih duduk), lalu beliau
bertanya, "Di mana engkau tadi, wahai Abu Hurairah?" Abu
Hurairah menjawab, "Aku dalam keadaan junub, maka aku tidak
suka duduk bersama dalam keadaan aku tidak suci." Nabi
menimpali, "Subhanallah! [Wahai Abu Hurairah],
sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis."
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 20: Orang yang Mandi Sendirian dengan Telanjang di Tempat Sunyi dan Orang yang Menggunakan Tutup, Maka yang Menggunakan Tutup Itulah yang Lebih Utama
160. Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم bersabda, "Nabi Ayyub mandi telanjang, lalu jatuhlah atasnya belalang emas [yang banyak, 8/ 197], maka Ayyub memasukkan ke dalam pakaiannya. Tuhan lalu memanggilnya, 'Hai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupkanmu dari yang kamu lihat?' Ia berkata, 'Ya, demi kemuliaan Mu [wahai Tuhanku], tetapi tidak ada batas kecukupan bagiku (yakni aku selalu membutuhkan) kepada berkah Mu."'
[10]
Di-maushul-kan oleh Ashhabus Sunan dan lainnya dari Bahaz bin
Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, yaitu Muawiyah bin Haidah,
dan sanadnya hasan, dan telah aku takhrij di dalam Adabuz
Zifaf, halaman 36.
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 19: Orang yang Memulai dengan Belahan Kepalanya Bagian Kanan Waktu Mandi
159.
Aisyah berkata, "Apabila salah seorang di antara kami junub,
dia mengambil air dengan kedua tangannya tiga kali untuk dibasuhkan
di atas kepalanya, kemudian mengambil lagi air dengan tangannya
yang satu untuk dituangkan pada belahan kepalanya yang bagian
kanan dan mengambil air lagi dengan tangannya yang lain
untuk dituangkan pada belahan kepala bagian kiri."
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 17: Apabila Teringat Setelah Ada di Masjid Bahwa Dirinya Menanggung Janabah Lalu Keluar Sebagaimana Keadaannya dan Tidak Bertayamum
158. Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, "Shalat diiqamati dan shaf-shaf telah diluruskan berdirinya, lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم
keluar kepada kami [kemudian beliau maju ke depan, padahal
beliau junub, 1/157]. Ketika beliau berdiri di tempat shalat,
beliau teringat bahwa beliau junub, lalu beliau bersabda
kepada kami, Tetaplah di tempatmu.' [Maka, kami tetap dalam
keadaan kami], kemudian beliau pulang, lalu mandi, kemudian
beliau keluar ke tempat kami, sedang kepala beliau masih
meneteskan air, lalu beliau bertakbir, dan kami shalat
bersama beliau."[9]
[9]
Terdapat kisah lain yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah
ats-Tsaqafi dan lainnya; di situ disebutkan bahwa Nabi Muhammad
صلی الله عليه وسلم bertakbir,
kemudian berisyarat kepada mereka agar tetap di tempatnya,
kemudian beliau pergi mandi, lantas shalat dengan mereka. Diriwayatkan
oleh Abu Dawud dan lainnya, dan telah aku takhrij dan aku tahqiq
kesahihannya di dalam Shahih Abi Dawud nomor 226.
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 12: Apabila Menyetubuhi Istri Lalu Mengulanginya dan Suami yang Menggilir Beberapa Istrinya dalam Satu Kali Mandi
156.
Muhammad bin al-Muntasyir berkata, "Aku menyebutkan hal itu
kepada Aisyah, (dalam satu riwayat: Aku bertanya kepada Aisyah, lalu
aku sebutkan perkataan Ibnu Umar, 'Aku tidak suka melakukan
ihram dengan memakai wangi-wangian.' 1/72)[8]
lalu ia (Aisyah) berkata, 'Mudah-mudahan Allah memberi
rahmat kepada ayah Abdur Rahman (yakni Ibnu Umar). Aku pernah
memakaikan harum-haruman kepada Rasulullah saw, lalu beliau
mengelilingi (mencampuri secara bergantian) istri-istri
beliau, kemudian pagi-pagi beliau ihram dan memercikkan
harum-haruman (minyak wangi)'"
157. Anas bin Malik berkata, "Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
selalu mengelilingi (mendatangi) istri-istri beliau pada
satu malam dan siang, dan mereka ada sebelas orang wanita
(dalam satu riwayat: sembilan orang wanita, 6/117)." Salah
seorang yang meriwayatkan hadits ini (yakni Qatadah)
berkata, "Aku bertanya kepada Anas, 'Apakah beliau mampu
melakukan hal itu?' Ia menjawab, 'Kami katakan bahwa beliau
diberi kekuatan tiga puluh orang.'"
[8]
Imam Muslim menambahkan (4/12-13), "Sungguh, seandainya aku
melabur dengan aspal lebih aku sukai daripada berbuat begitu."
Aku (al-Albani) berkata, "Ibrahim an-Nakha'i dan lain-lainnya mengingkari sikap Ibnu Umar itu, mengingat riwayat Aisyah, sebagaimana akan disebutkan pada Kitab ke-25 'al-Hajj', Bab ke-18."
Aku (al-Albani) berkata, "Ibrahim an-Nakha'i dan lain-lainnya mengingkari sikap Ibnu Umar itu, mengingat riwayat Aisyah, sebagaimana akan disebutkan pada Kitab ke-25 'al-Hajj', Bab ke-18."
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 10: Memisahkan Mandi dan Wudhu
[7]
Di-maushul-kan oleh Imam Syafi'i (nomor 70) dengan sanad sahih
darinya (Ibnu Umar), tetapi dalam riwayat ini disebutkan bahwa
Ibnu Umar berwudhu dengan mencuci betisnya, bukan kakinya,
kemudian masuk masjid, kemudian mengusap kedua khuf-nya, lalu
shalat dengannya.
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 9: Dapatkah Seorang yang Junub Meletakkan Tangannya di dalam Belanga (yang Berisi Air) sebelum Mencucinya Apabila Ia Tidak Terkotori Barang yang Kotor Kecuali Janabah?
Ibnu
Umar dan Ibnu Abbas berpendapat tidak ada bahaya apa-apa
apabila air menetes dari tubuh (ketika mandi) ke dalam tempat
yang dipakai mandi janabah itu.[5]
155. Anas bin Malik, "Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم dan salah seorang istrinya mandi [janabah] bersama dari satu bejana."[6]
155. Anas bin Malik, "Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم dan salah seorang istrinya mandi [janabah] bersama dari satu bejana."[6]
[4]
Atsar Ibnu Umar di-maushul-kan oleh Sa'id bin Manshur,
sedangkan atsar al-Barra' di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah.
[5] Atsar Ibnu Umar di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan atsar Ibnu Abbas di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah, dan oleh Abdur Razzaq dari jalan lain darinya.
[6] Tambahan ini disebutkan secara mutlak oleh penyusun, dan al-Hafizh tidak men-takhrij-nya.
[5] Atsar Ibnu Umar di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan atsar Ibnu Abbas di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah, dan oleh Abdur Razzaq dari jalan lain darinya.
[6] Tambahan ini disebutkan secara mutlak oleh penyusun, dan al-Hafizh tidak men-takhrij-nya.
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 5: Mandi Satu Kali Mandian
153. Maimunah berkata, "Aku pernah meletakkan (dalam satu riwayat: menuangkan) air untuk Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
untuk dipakai mandi [janabah, 1/ 68] [dan aku menabirinya].
Beliau lalu membasuh kedua tangannya dua atau tiga kali,
kemudian menuangkan air [dengan tangan kanannya] atas tangan
kirinya, lalu beliau membasuh kemaluan: dan apa-apa yang ada
di sekitarnya yang terkena kotoran. Beliau lalu
menggosok-gosokkan tangannya ke atas tanah (dan dalam satu
riwayat: menggosokkannya ke dinding, 1/70; dalam riwayat
lain: ke tanah atau ke dinding, 1/71 dan 72) [dua atau tiga
kali] [kemudian mencucinya], lalu berkumur-kumur, mencuci
hidungnya dengan air, membasuh wajah dan kedua tangannya [dan
membasuh kepalanya tiga kali 1/71], (dalam satu riwayat: berwudhu
seperti wudhunya untuk shalat, hanya saja tidak membasuh kakinya,
1/68), kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuhnya, lalu
bergerak dari tempatnya dan mencuci kedua kakinya, [kemudian
dibawakan sapu tangan kepada beliau, tetapi beliau tidak
menggunakannya untuk mengusap tubuhnya (dalam satu riwayat:
lalu aku bawakan penyeka/handuk, lalu beliau berbuat begini,
tetapi tidak mengulanginya), (dalam riwayat lain: lalu aku
bawakan kain, tetapi tidak beliau ambil, lalu beliau pergi
sambil mengusapkan kedua tangannya.)]."
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 4: Orang yang Menuangkan Air di Atas Kepalanya Tiga Kali
[3]
Hadits ini diringkas karena adanya isyarat pada perkataan
beliau, "Amma anaa..." (Adapun saya di dalam riwayat Muslim
(1/178) disebutkan bagian sebelumnya dari Jubair, katanya,
"Orang-orang berdebat tentang mandi di sisi Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu sebagian orang berkata, 'Adapun aku, maka aku cuci kepala aku begini dan begini.' Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, 'Adapun aku ....'"
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 3: Mandi dengan Satu Gantang (Empat Mud) Air dan Semacamnya
149.
Abu Salamah berkata, "Aku dan saudara lelaki Aisyah memasuki
tempat Aisyah, lalu saudaranya itu menanyakan kepadanya mengenai
cara mandi Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
Ia lalu meminta agar dibawakan satu tempat air sekitar
(ukuran) satu sha', lalu ia mandi dan menuangkan air pada
kepalanya, sedangkan antara kami dan Aisyah ada tirainya."
150. Abu Ja'far berkata bahwa ia berada di tempat Jabir bin Abdullah dan ayahnya ada pula di situ. Di dekatnya ada sekelompok kaum. Mereka menanyakan kepadanya perihal mandi janabah, lalu ia berkata, "Satu sha' cukup bagimu." Seorang laki-laki berkata, 'Tidak cukup bagiku." Jabir lalu berkata, "(Satu sha' itu) cukup bagi orang yang rambutnya lebih banyak dan lebih baik daripadamu." Ia lalu menuju kami dalam satu pakaian. (Dan dari jalan lain: dari Abu Ja'far, katanya, "Jabir berkata kepadaku, 'Pamanmu-yakni al-Hasan bin Muhammad al-Hanafiyah-datang kepadaku seraya bertanya, 'Bagaimana cara mandi janabah?' Aku jawab, 'Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم mengambil tiga cakupan air dan menuangkannya ke kepala beliau, kemudian menuangkan ke seluruh tubuh beliau.' Al-Hasan berkata, 'Sesungguhnya, aku berambut lebat.' Aku jawab, 'Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم lebih lebat rambutnya daripada engkau.")
151. Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم dan Maimunah mandi (bersama) dari satu wadah.
Abu Abdillah berkata, "Ibnu Uyainah memberikan komentar akhir, 'Dari Ibnu Abbas dari Maimunah dan yang sahih ialah apa yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim'"[2]
[2]
Maksudnya, riwayat dari Ibnu Abbas tanpa menyebut Maimunah ini
adalah sahih; berbeda dengan riwayat Ibnu Uyainah yang
mengatakan dari Ibnu Abbas dari Maimunah karena riwayat ini
ganjil.
Shahih Bukhari - Kitab Mandi Bab 2: Mandinya Seorang Suami Bersama Istrinya
148. Aisyah رضي الله عنها berkata, "Aku mandi bersama Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
dari sebuah bejana/tempat air [masing-masing kami junub,
1/78] dari sebuah mangkok yang disebut faraq (tempat air yang
memuat tiga sha'), [tangan kami saling bergantian di dalam
bejana itu, 1/ 70] (dalam satu riwayat: kami menciduk
bersama-sama dalam bejana itu, l/72)[1] (dalam satu riwayat: tempat mencuci pakaian ini diletakkan untukku dan untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu kami masuk ke dalamnya bersama-sama, 8/154)."
[1]
Ibnu Khuzaimah menambahkan di dalam Shahih-nya (nomor 251,
terbitan Beirut) dari jalan lain dari Aisyah, ia berkata, "Aku
yang memulainya, lalu aku tuangkan air ke atas kedua tangan
beliau sebelum beliau memasukkannya ke dalam air." Sanadnya
bagus.
Langganan:
Komentar (Atom)